BUMN DAN UKM

Sudah tiga kali Gelar Karya PKBL BUMN yang diselenggarakan setiap tahun dilaksanakan. PKBL atau Program Kemitraan dan Bina Lingkungan BUMN ini dibiayai dengan menyisihkan 4 persen laba bersih BUMN, 2 persen diperuntukan Kemitraan dan 2 persen lagi ditujukan untuk kegiatan Bina Lingkungan. Jumlah uang yang cukup besar.

Berbagagai kegiatan ekonomi dapat dibiayai oleh program ini, pinjaman yang dapat dikatakan mikro berjumlah jutaan atau puluhan juta rupiah untuk setiap usaha, dengan bunga yang rendah 6 persen. Selain itu UKM peserta program ini mendapatkan pelatihan manajemen, khususnya pengelolaan keuangan. Yang paling mereka nikmati adalah diikutkan dalam berbagai pameran didalam atau diluar negeri, sebagai tempat ajang promosi dan pemasaran, serta mengenali pasar. Beberapa UKM bisa mengembangkan usahanya sehingga bisa akhirnya mendapatkan pinjaman perbankan dan menjadi mapan.

PKBL ini masih dikerjakan sendiri oleh BUMN pembina, hampir tidak ada keterkaitan dengan departemen atau intansi pembina teknis ataupun perguruan tinggi. Sinergi masih dirasakan hanya sebagi slogan. Demikian juga gelar tahun 2010 yang bertemakan ?Menuju Indonesia Hijau?, muncul hanya sebagai tema dan pidato maupun jurnal. Bagi pelaku ekonomi rakyat, masalah kehidupan dan kebutuhan ekonomi masih jauh diatas tujuan Indonesia Hijau. Politik sangat jauh dari kenyataan, seperti dalam sektor lainnya.

Kita dapat mengamati dalam gelar ini beberapa perusahaan mapan yang sudah berkali-kali mengikuti berbagai pameran. Bagi mereka keikut sertaan dalam pameran sangat menguntungkan dan dapat melakukan promosi secara intensif. Mengikuti pameran Gelar PKBL BUMN ini, bagi UKM atau perusahaan yang sudah mapan, bukan karena keinginannya saja, melainkan karena diminta oleh BUMN pembinanya. Bagi BUMN pembina ingin menunjukan bahwa UKM hasil binaannya berhasil. Sayangnya keadaan demikian kurang memberikan kesempatan bagi yang lain.

Kita harapkan dalam tahun-tahun yang akan datang PKBL BUMN lebih dapat bersinergi dengan instansi lainnya, untuk membantu UKM kita menjadi perusahaan yang utuh. Banyak program-program yang ditujukan untuk UKM dilakukan sendiri-sendiri secara terpisah oleh masing-masing kementrian atau instansi. Masih banyak kekurangan dan kelemahan UKM kita dalam bersaing di pasar dalam negeri, apalagi menghadapi pasar bebas ASEAN-China ynag sedang kita hadapi. Selain masalah modal dan pemasaran, mereka memerlukan bantuan, pendampingan dan pelatihan dalam proses produksi, disain produk dikaitkan dengan HKI, dan kwalitas produk.

Janganlah juga porsi mereka dalam perekonomian bangsa diambil atau diberikan kepada perusahaan besar dan kapitalis, baik dalam dan luar negeri. Berikanlah mereka tempat pemasaran yang layak, kesempatan diikutkan dalam promosi. Janganlah isi box makanan di penerbangan domistik berisi produk perusahaan besar. Pemihakan kepada UKM harus menjadi jiwa, moral, dan darah daging perusahaan, bukan hanya jadi pemanis bibir saja.

Semoga para pelaku ekonomi rakyat yang bertebaran diseluruh tanah air bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti program-program seperti PKBL BUMN ini. (rahardi@ramelan.com)

Dimuat 6 April 2010