JALAN TERJAL MENEGAKKAN KEBENARAN

Menolak Kompromi, Jadi Korban Politik

Oleh: Rahardi Ramelan

Penerbit: KR Communications – 2002

Nota Pembelaan (pledooi) Pribadi, yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 22 Oktober 2002. Pembelaan ini telah dibacakan selama 8 jam 30 menit.

Buku ini selain menggambarkan kerja Rahardi Ramelan selama ini, juga fakta bagaimana ia terperangkap dalam kebengisan kehidupan politik. Dia dikorbankan oleh teman dekatnya sendiri. Tidak ada pembelaan dari teman dan atasannnya. Harus berjalan sendiri bersama keluarga, menghadapi tuduhan dan cercaan.

Komentar dari Pakar Hukum Dr. Iur. Adnan Buyung Nasution – menceritakan karakter dan pribadi yang kuat serta utuh dari sosok Rahardi Ramelan yang tidak mengenal kompromi dalam menegakkan prinsip-prinsip dasar kebenaran dan kepastian hukum, sekalipun dalam perjuangan itu Rahardi Ramelan harus menjadi korban (“pesakitan”)…………….. Oleh karena itu, tidak pelak lagi, nota pembelaan ini menunjukan potret buruk pelaku-pelaku praktik politik dan hukum di Indonesia.

Komentar dari Ahmadi Taufik, Jurnalis Tempo – Nota Pembelaan Pribadi Rahardi Ramelan ini dapat menjadi ibrah (pelajaran) bagi masyarakat. Sebuah sikap yang sungguh sulit diambil oleh orang lain dalam posisi seperti Rahardi.

Dari persidangan saksi-saksi yang berbohong dan merekayasa perkara itu, tergagap-gagap dikursi kesaksian saat memberi keterangan. Seolah-olah masyarakat adalah kumpulan orang bodoh, sehingga logika tidak diperlukan lagi. Untunglah Rahardi dengan Tim Penasihat Hukum kedua bisa membuat para pembohong itu menelan kebusukannya sendiri.