WAKIL RAKYAT LUPA . . . . .

Category : CULTURE/BUDAYA
created by : Rahardi Ramelan
created on : 2010-01-15 04:55:35

WAKIL RAKYAT LUPA . . . . .

Rasa kecewa, sedih, marah dan jengkel merasuk kesebagian masyarakat Indonesia yang menyaksikan tayangan TV atau membaca berita bahwa Dewan Perwakilan Rakyat lupa mengumandangkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya diawal Pidato Kenegaraan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
Apakah rasa kebangsaan para elite politik di DPR sudah pudar? Tidak seorangpun, terutama Ketua DPR bersama anggotanya, berani mengadakan interupsi bahwa ada sesuatu yang terlupakan. Bukan hanya terlupakan, melainkan menghilangkan kesakralan sebuah pidato kenegaraan. Biasanya sidang-sidang DPR dipenuhi dan diramaikan oleh interupsi yang kadang-kadang tidak banyak berarti. Apakah para politisi kita menganggap mengumandangkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya diawal sidang paripurna DPR hanya sekedar kebiasaan? Sebuah peristiwa yang menggambarkan kedangkalan jiwa berbangsa. Tidak berani mengadakan koreksi walaupun mungkin mereka mengetahui atau merasakan adanya kejanggalan. Takut atau masa bodoh. Yang disalahkan MC atau perangkat Sekretariat Jendral DPR, seperti biasa prilaku pimpinan yang mencari kambing hitam. Sudah dapat diduga.
Kita semua sadar dan merasakan dengan mengumandangkan lagu Kebangsaan, bisa menggetarkan jantung dan mendorong semangat kita sebagai bangsa. Indonesia Raya telah menjiwai perjuangan kita, menyatukan bangsa ini, menggetarkan jiwa dan sanubari kita, mengobarkan semangat, bukan hanya sebagai lagu yang dinyanyikan atau dihafal. Apakah para anggota DPR terhormat yang sudah akan mengakhiri masanya, sudah tidak fokus dan menjadi pelupa? Atau menunggu instruksi Ketua Fraksi atau arahan partai?
Lagu Kebangsaan selalu dikumandangkan dalam peristiwa atau acara yang memberikan dorongan berjuang dan memberikan penghormatan. Sebelum pertandingan tinju, atau pembagian medali bagi pemenang sebuah pertandingan olahraga selalu diiringi lagu kebangsaaan. Tidak pernah ada yang lupa!!! Indonesia Raya juga mengiringi berbagai demonstrasi di negara kita, mereka mengingatkan akan tujuan kemerdekaan bangsa ini. Mengingatkan para penguasa jangan hanya mengikuti peraturan yang sudah ada, walaupun mereka sadar bahwa itu keliru. Keliru karena tidak memperjuangkan hak rakyat. Hak rakyat untuk mendapat kesejahteraan dan hak bangsa yang paling utama yaitu kemerdekaan. Itulah esensi perjuangan yang masih terus harus dikobarkan.
Semoga kejadian di Sidang Paripurna DPR, yang dihadiri para Duta Besar, ditayangkan diseluruh tanah air, direkam oleh berbagai media, kejadian yang akan dapat ditelusuri hingga ratusan tahun yang akan datang, tidak akan terulang. Semoga para politisi kita, terutama wakil rakyat di DPR, janganlah dikendalikan oleh acara, peraturan atau MC semata kalau mengetahui dan menyadari bahwa itu bertentangan dengan tugasnya membela dan mempertahankan kepentingan rakyat, negara dan bangsa. Semoga para anggota DPR yang akan datang tidak lupa bahwa mereka adalah wakil rakyat dan wakil bangsa..
......INDONESIA RAYA MERDEKA MERDEKA HIDUPLAH INDONESIA RAYA.........
MERDEKA!MERDEKA! DIRGAHAYU KEMERDEKAAN NEGARAKU YANG KE 64. (rahardi@ramelan.com)
Dimuat di harian Pos Kota 18 Ag 2009

Comments


Category


home  |  rss  |  login  |  Register