SEJAUH MANA KONSUMEN DILINDUNGI?

Oleh Ramelan

23 July 2021 - 05:43:35

3 menit

Rahardi Ramelan
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia/ Kepala Bulog 1998-1999

Setelah kasus Vaksin Palsu ditemukan dan diproses, sekarang kita menghadapi kartu BPJS dan Kartu Indonesia Sehat palsu. Selamanya yang paling menderita adalah masyarakat bawah kita. Masyarakat yang kemampuannya terbatas, masyarakat yang tidak terjangkau oleh informasi, masyarakat yang mudah dimanipulasi. Berbagai barang dan jasa yang palsu dan substandard sudah banyak dan lama beredar. Tetapi kita belum bisa mentuntaskannya. Ada pemalsuan atau penipuan yang sukar diatasi, karena tidak ada standard atau petunjuk kwalitasnya.

Kita jumpai berbagai label resmi dan tidak resmi terpasang di barang atau kemasan produk, seperti label Halal, Label BPOM, DEPKES, SNI dan juga label ORGANIK. Banyak label-label tersebut dikeluarkan oleh berbagai lembaga, yang tidak diketahui oleh masyarakat.

Disamping label di kemasan, kita jumpai juga berbagai label yang ditempel pada buah-buahan atau sayuran. Terutama pada buah-buahan yang diimpor. Banyak kita temui khususnya di pasar modern label yang terdiri dari 4 atau 5 digit yang disebut PLU – Price Look Up. Kebanyakan buah-buahan yang memakai label PLU diawali dg hangka 3 atau 4. Berarti buah-buahan tersebut tumbuh dengan menggunakan pestisida dan pupuk kimia. Tidak pernah ditemui buah-buahan dengan label PLU yang terdiri dari 5 digit. Kalau dimulai dengan angka 9 berarti organiik, sedang mulai dengan angka 8 adalah GMO – Genetically Modified Organisms. Tidak seorangpun penjual yang pernah saya temui mengerti arti dari angka-angka tersebut.

Yang lepas dari perhatian kita adalah masalah yang berkaitan dengan produk GMO. Walaupun dunia terbelah dua antara yang pro dan kontra, kita tidak pernah jelas menghadapi masalah ini. Lebih dari 130 negara didunia mengharuskan membuat label pada GM Food, serta memberikan batas besarnya konten GMO pada makanan olahan. Beberapa restoran di Indonesia sudah menuliskan kecap atau saus soyanya tidak mengandung GMO.

Berbagai Peraturan Pemerintah dan Undang-undang yang mengatur Pangan Produk Rekayasa Genetika ini, telah kita miliki. Tetapi sama saja dengan PLU, masalah ini tidak pernah disosialisasikan.

Perlindungan Konsumen
Sejak tahun 1999 kita sudah memiliki Undang-undang tentang Perlindungan Konsumen, UU Nomor 8 Tahun 1999. Betapa undang-undang tersebut telah mengamanatkan konsumen dan pelaku usaha akan kewajibannya. Tetapi sosialisasi undang-undang tersebut sangat minim. Undang-undang tersebut mengamanatkan adanya Badan Perlindungan Konsumen Nasional dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat.

Undang-undang tersebut juga menetapkan menteri teknis yang bertanggung jawab atas berjalannya undang-undang ini. Tetapi kenyataannya dalam kekisruhan pemalsuan berbagai barang dan jasa akhir-akhir ini, kita tidak pernah mendengar apa yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan, selaku Kementerian Teknis pengawal perlindungan konsumen.

Upaya perlindungan para konsumen tambah sulit dilakukan, karena masih beredarnya produk makanan yang diperdagangkan secara curah, seperti beras, gula, terigu, minyak goreng. Seperti yang kita saksikan se hari-hari di pasar tradisional. Manipulasi sering terjadi, karena tidak jelasnya kwalitas yang ditawarkan. Kita tidak tahu kelanjutan kasus yang pernah muncul dengan beras plastik misalnya. Sekarang muncul beras Raskin dari Bulog yang berkutu. Kita sering mendengar istilah oplosan. Itulah yang terjadi di masyarakat.

Dengan adanya kejadian vaksin palsu, kartu BPJS dan Kartu Indonesia Sehat palsu, harus jadi pemacu pemerintah untuk melakukan pembenahan mekanisme perlindungan konsumen seperti yang diamanatkan oleh undang-undang. Lembaga mana saja yang diberi wewenang untuk mengeluarkan label standar? Bagaimana cara mengawasinya di lapangan secara berkesinambungan? Jangan hanya mengadakan operasi pasar kalau mau lebaran.

Pemerintah harus mempertimbangkan agar semua komoditi pangan khususnya, untuk diperdagangkan dalam kemasan. Beras, terigu, gula, minyak goreng misalnya sebagai contoh.

Semoga berbagai masalah palsu ini dapat dikurangi.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi





Artikel Lainnya