OJOL dan COVID 19

Oleh Ramelan

18 June 2021 - 08:21:32

3 menit

Sewaktu Gojek diperkenalkan pada tahun 2010, yang merupakan implentasi dari Ojek On Line atau OJOL, banyak menimbulkan kotroversi di masyarakat. Terutama dari para pelaku Ojek yang sering disebut dengan Ojek Pangkalan, yang tersebar di berbagai kota dan mempunyai pangkalan di dekat perumahan dan pertokoan. Penolakan terjadi juga dengan melarang beroperasinya Ojol di lokasi dan lingkungan tertentu.Tetapi kemudian masalah ini cepat menghilang dengan bertambah besarnya armada Ojol dan lahirnya perusahaan Ojol lain. Semakin diterimanya Ojol di masyarakat dan daerah, maka perkembangan Ojol ini sangat fenomenal.

Ojol pun sekarang mangkal, mendekati konsumen dan tempat keramaian. Pada jam-jam tertentu Ojol memenuhi pinggiran jalan didepan perkantoran, pusat belanja, stasiun, terminal dan sekolah. Tidak jarang konsumen Ojol sudah berlangganan dengan pengemudi Ojol tertentu.
Sayangnya tidak ada pengaturan dimana ojol diijinkan mangkal. Sebetulnya merupakan tugas dan wewenang pemerintah daerah untuk mengaturnya.

Disamping itu Ojol telah bermetamorfose, bukan hanya menjadi alat transportasi penumpang, melainkan juga menjadi jasa antar dan jemput barang dan dokumen, karena dirasakan lebih cepat.
Ojol pun berubah, yang tadinya dimaksudkan untuk memanfaatkan kendaraan sewaktu nganggur, sekarang ini sudah menjadi angkutan tetap, sehingga memungkinkan dijadikan investasi. Menjadi pengemudi ojol juga sudah menjadi pekerjaan dan penghasilan utama.

Keberadaan ojol ini telah mendorong perusahaan khusunya dalam bidang kuliner, melayani pengadaan dan penjualan on-line. Sekarang ini dengan bermunculan berbagi Market Place, pada dasarnya kita bisa membeli apa saja secara on-line. Demikian juga berbagai jasa, seperti spa – salon kecantikan – pijat , dapat dipesan melalui Market place. Tidak ketinggalan jasa perawatan, dan perbaikan rumah serta Gedung, dapat dicari dan dipesan secara on-line.

COVID 19
Pandemi Covid 19, selain menciptan keharusan “stay at home” dan “work at home” serta “buy from home”, menjadikan bisnis on-line berkembang sangat cepat. Dua hal yang sangat mendukungk pertumbuhan ini adalah:

Pertama – Perkembangan yang luar biasa dari telekomunikasi kita, ditopang dengan diterapkannya teknologi digital. Pemakaian yang sangat luas dan terjangkau oleh masyarakat teknologi cellular. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan kita dalam menentukan teknologi telekomunikasi pada awal 1980 an. Negara kita termasuk yang paling awal dan cepat menentukan pemakaian teknologi digital untuk telekomunikasi.

Kedua – Pemakaian kendaraan roda dua/sepeda motor yang sangat luas sangat mendukung bahwa semua tempat , baik diperkotaan maupun didesa, dipinggir jalan besar maupun di gang sempit, dengan alamat yang jelas atau tidak, dapat dicapai dalam pengiriman barang, berkat teknologi digital ini.Sehingga biaya pengiriman barang ini menjadi terjangkau dibandingkan dengan negara lain yang tidak bisa memanfaatkan kendaraan roda dua. Walaupun kadang-kadang kita merasa jengkel dengan perilaku pemakai sepeda motor, apalagi kalau sudah tergabung dalam “geng motor”, atau tidak mengindahkan marka dan rambu jalan.

Sudah saatnya pemerintah daerah menata keberadaan sepeda motor sebagai alat transportasi, yang jelas memberikan peran yang besar dalam menghadapi pandemi ini.
Mengapa sekarang ini, yang diributkan justru jalur sepeda, khusunya bagi road bike, yang kontribusinya kepada ekonomi dan masyarakat tidak jelas.

Jakarta, 19 Juni 2021

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi





Artikel Lainnya