Asuransi Kapal Rakyat

Oleh Ramelan

28 December 2020 - 08:45:59

2 menit

Dalam masa Pandemi Covid 19 terjadi banyak perubahan , khususnya dalam bidang pariwisata. Menurunnya jumlah Wisman, maka Wisnus menjadi primadona yang harus mendapatkan perhatian ekstra. Banyak daerah yang mengembangkan lokasi pariwisata baru, termasuk kulinernya. Tentu yang sangat menonjol adalah pemanfaatan keindahan alam dengan seisi buminya. Hanya sayang dalam penataannya, kadang-kadang dikemas menjadi “modern”, tidak dibiarkan alami.

Salah satu yang menarik adalah wisata air dengan perahu, khusunya kapal Phinisi.Beberapa kapal phinisi yang biasa mangkal di Banoa/Bali, dan Labuhan Bajo/NTT saat ini berada sekitar teluk Jakarta, yang sebelumnya sudah diisi oleh kapal Phinisi setempat. Banyak hal yang harus dihadapi oleh para operator/pemilik Phinisi tersebut, antara lain dengan adanya beberapa Syahbandar yang berbeda, Polisi Air, Bakamla dan para preman.

Asuransi Phinisi
Kapal Phinisi yang secara tradisional dibuat di Bulukumba Sulawesi Selatan, sudah merupakan ketrampilan warisan budaya, atau “local genius”. Dibuat tanpa gambar teknis dan rencana kerja tertulis, serta perhitungan “engineering” yang tertulis.

Dengan keadaan demikian, maka sulit untuk mendapatkan perlindungan asuransi. Perusahaan asuransi tetap meminta data teknis tersebut, dan biasanya akan menawarkan jasa untuk membuat gambar teknis dan keperluan lainnya untuk melengkapi dokumteknis sehingga layak mendapatkan asuransi. Tentu dengan biaya yang tidak kecil. Saat ini menurut informasi, premie asuransinya adalah sekitar 2,5%.

Pemakaian kapal Phinisi ini sedang terus berkembang dalam mengembangkan wisata air/laut lokal. Perlu ada upaya bagaimana pemerintah membantu untuk membuat dokumentasi dan data teknis, agar Kapal Phinisi ini bisa mendapatkan jaminan asuransi.

Jakarta 22-20-2020.

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi





Artikel Lainnya